Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)

 Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menyebut bahwa anak jalanan (anjal) bisa dibina melalui tes minat bakat.

Anjal memang menjadi permasalahan bagi setiap kota di Indonesia, karena selain cukup meresahkan masyarakat, juga daerah yang dihuni terlihat kumuh.

Di Kota Malang sendiri, sudah pernah dilakukan tes minat bakat untuk anjal agar sedikit demi sedikit mengurangi volume anjal yang ada.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani mengungkapkan bahwa tes minat bakat yang sudah dilakukan mengacu banyaknya anjal yang gemar bermusik.

"Sempat ada tes minat bakat untuk anjal, dan memang kebanyakan mereka cenderung ke musik. Suaranya mereka juga cukup bagus setelah kami tahu," ujar Penny.

Karena itu, Penny menganggap potensi yang ada tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengurangi anak jalanan. "Kalau ada potensi seperti itu ya bisa kita bina. Kita harus merubah mindset anjal agar anak-anak selalu tangan di atas jangan mengandalkan tangan dibawah," ungkapnya.

"Kita akan mencoba membina agar mereka bisa benar-benar menjadi musisi, daripada terus turun ke jalan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Penny juga berharap di Kayutangan yang akan dijadikan kawasan heritage bisa memanfaatkan musisi dari anjal yang sudah dibina oleh Dinsos-P3AP2KB.

Nantinya jika sudah bisa mandiri, para anjal yang sudah dibina itu bisa mendapat pendapatan dari kemampuannya berkarya. "Ya dengan begitu mereka bisa hidup selayaknya, dan tidak menggantungkan lagi di jalanan," pungkasnya.