Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, paling kiri saat release pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur (foto : Joko Pramono/jatim Times)

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, paling kiri saat release pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur (foto : Joko Pramono/jatim Times)



Polres Tulungagung berhasil mengamankan 4 tersangka pemerkosaan terhadap 2 gadis belia alias di bawah umur. Keempat tersangka tersebut terdiri dari 3 orang dewasa dan 1 anak-anak.

Mereka adalah Nanang Priyanto alias Beton (30) warga Dusun Kendit RT 1 RW 13 Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Rizal Abrian Sugata (28) warga Dusun Kedungdowo RT 4 RW 2 Desa Gesikan Kecamatan Pakel.

Tersangka ketiga bernama Abet Pornomo (18) warga Dusun Krajan RT 4 RW 3 Desa Gesikan Kecamatan Pakel. Serta satu anak di bawah umur, yakni AA (17) warga Kabupaten Tulungagung.

"Kita ungkap kasus (persetubuhan) dengan rayuan dan adanya bujukan ada juga unsur paksaan," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat rilis ungkap kasus pencabulan, Rabu (6/11/19).

Keempatnya telah melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap dua anak baru gede (ABG). Yakni Mawar (14) dan Melati (14), keduanya bukan nama sebenarnya, pada Jumat 1 November 2019 lalu.

Awal mula kejadian pada Kamis (31/10/19) sore, Mawar dan Melati sedang ngopi di KPK (Kopi Pinggir Kali) di wilayah Pinka, Kelurahan Kuthoanyar, Kecamatan Tulungagung Kota. Sekitar pukul 22.30 WIB, Mawar dipanggil oleh tersangka Beton untuk membantu menghabiskan minuman keras jenis ciu di Pinka.

Korban setuju dan memanggil teman-temanya, termasuk Melati untuk pesta kecil minum-minuman keras jenis ciu itu. Kemudian, pada Jumat dini hari sekira pukul 02.00 WIB, tersangka Rizal mengajak korban Melati untuk mencari angin  dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra.

Sedang korban Mawar, dibonceng oleh tersangka Abet dan AA dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter. Sementara Beton, mengendarai sepeda motor Yamaha Vega sendiri.

Sesampainya di TKP di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Mawar dipaksa untuk melakukan hubungan badan oleh Beton. Ada indikasi korban melakukan penolakan sehingga dia dipegangi oleh tersangka Abet saat diruda paksa. Sedang AA, mendapat tugas mengawasi situasi.

"Selesai menyetubuhi Mawar, Beton kasih kode (lampu) senter tanda dia sudah selesai," terang Kapolres. Setelah itu ganti Abet yang memperdayai Mawar dan dilanjutkan oleh AA. Tak jauh dari situ, berjarak 10 meter, Rizal juga sedang menyetubuhi Melati.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, keempat tersangka mengembalikan kedua korban ke KPK sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat pagi. Sesampainya di tempat kost, Mawar dan Melati menceritakan hal tersebut pada ibu dan kakaknya.

Tak terima anaknya diperlakukan demikian, orang tua Melati dan Mawar melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib. "Mereka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang RI tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," terang Kapolres.

Rizal diamankan di tempat kerjanya. Sementara 3 tersangka lainnya, diamankan saat sedang ngopi di wilayah Sembung pada Senin (4/11/19) lalu.

Disinggung tentang salah satu tersangka yang masih berusia anak, Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan melakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak). Pasalnya, ancaman hukuman kasus tersebut di atas 5 tahun.

Pihak kepolisian mengamankan 3 buah sepeda motor yang digunakan tersangka untuk membonceng kedua korban. Selain itu juga, diamankan pakaian dan pakaian dalam kedua korban.

 


End of content

No more pages to load