Kondisi seragam olahraga yang terlihat cingkrang saat dicoba oleh siswa di SMPN 6 Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kondisi seragam olahraga yang terlihat cingkrang saat dicoba oleh siswa di SMPN 6 Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



JOMBANGTIMES - Sejumlah sekolah di Jombang mengeluhkan seragam olahraga yang diterima gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Seragam olahraga yang diterima sejumlah sekolah itu dinilai tidak layak pakai.

Seragam olahraga ini merupakan satu di antara tiga seragam sekolah gratis yang diberikan Pemkab Jombang sesuai janji politik Bupati Mundjidah dan Wakil Bupati Sumrambah.

Seragam olahraga ini mulai dibagikan pada Jumat (1/11) kemarin. Namun, fakta mengungkap bahwa seragam yang dibagikan itu menuai keluhan lantaran ukuran yang terlalu kecil, seperti yang terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Jombang, Desa Semanding, Kecamatan Jogoroto, Jombang. 

Ditemui wartawan di lokasi, sejumlah siswa MTsN 6 Jombang ini terlihat mencoba seragam olahraga berwarna hijau dari Pemkab Jombang. Saat mencoba memakainya, celana olahraga terlihat cingkrang atau hanya sampai 5 sentimeter di atas mata kaki. Bajunya juga terlihat cingkrang di bagian lengan.

"Anak yang normal ukuran L. Ketika dicoba, ternyata ukuran L yang kami terima tidak muat dan celananya cingkrang. Padahal itu nantinya akan digunakan hingga kelas 9," ujar Kepala MTsN 6 Jombang Umi Mahmudah saat diwawancarai di sekolahnya (4/11) pagi.

Tidak hanya seragam yang kekecilan. Sekolah ini juga menerima seragam yang tidak sesuai dengan permintaan. MTsN 6 hanya menerima 14 seragam dari total 120 seragam yang diajukan sesuai data jumlah siswanya. Ukuran seragam juga tidak sesuai dengan yang diminta.

"Dari 120, masih mendapat 14 potong. Yang 7 ukuran M, yang 7 L. Nah faktanya yang 7 M itu ternyata di tanda bajunya ukurannya S. Ini nanti rencananya akan kami kembalikan," ungkapnya.

Seragam olahraga cingkrang juga ditemukan di SMPN 6 Jombang. Seragam pemberian Pemkab Jombang ini juga rencana akan dikembalikan oleh pihak sekolah.

Kepala SMPN 6 Jombang Suprayitno menuturkan, seragam olahraga sudah dicoba ke beberapa siswanya. Faktanya, kebanyakan seragam yang dicobakan ke siswanya tidak muat dipakai.

"Ukurannya banyak yang kekecilan. Saya mencoba satu seragam ukuran XL yang kami minta panjangnya 96 sentimeter. Tapi yang datang ukurannya 86 sentimeter. Selisih 10 sentimeter lebih kecil," bebernya.

Menurut Supriyatno, dirinya menerima 219 potong seragam sekolah. Ia memilih untuk tidak membagikan seragam olahraga itu ke siswanya lantaran kekecilan.

Ia akan mengembalikan seragam yang diambilnya dari gedung tenis indoor Jombang itu ke Disdikbud Jombang. "Yang cukup kami bagikan. Yang tidak muat akan kami kembalikan," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo berdalih adanya kesulitan pengukur seragam sehingga memunculkan permasalahan tersebut. "Memang susahnya itu. Namanya ukuran L, XL dan S itu setiap orang beda-beda," terangnya.

Ia mengaku sudah menginstruksikan untuk mengembalikan seragam olahraga yang kekecilan. "Senin (4/11) ini akan kami tindak lanjuti langsung. Sudah kami minta untuk dibawa lagi ke tenis indoor untuk penggantian," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load