Najwa Shihab dipertanyakan warga saat menampilkan dua generasi berbeda dalam debat UU KPK. (Ist)

Najwa Shihab dipertanyakan warga saat menampilkan dua generasi berbeda dalam debat UU KPK. (Ist)



Acara debat di stasiun swasta yang ditukangi Najwa Shihab terkait UU KPK menjadi polemik sampai saat ini. Khususnya terkait debat antara politikus PDI-Perjuangan Arteria Dahlan dengan Prof Emil Salim, mantan menteri era Presiden Soeharto.

Di acara debat itu, masyarakat beramai-ramai men-judge keadaban Arteria yang masih berusia muda dibandingkan Prof Emil yang berumur 89 tahun. Di acara itu, Arteria yang emosional dan meledak-ledak berdebat dengan tidak sopan sambil menunjuk-nunjuk, setengah berdiri saat berbicara dengan nada tinggi, serta kerap memotong pembicaraan Emil serta menyebutnya sesat.

Hal itulah yang membuat Arteria menjadi sorotan sampai saat ini. Di medsos jadi trending topic, bahkan profilnya di Wikipedia pun diubah oleh warganet yang geram dengan kelakuannya.

Tapi, ada juga warganet yang mempertanyakan peristiwa itu terjadi kepada Najwa Shihab sebagai pemandu debat. Indonesia Maju melalui akun @BadjaNuswantara mempertanyakan hal itu terjadi. "Udah tahu penampilan Arteria Dahlan emosional, me-ledak2. Yg dihadirkan PAK TUA Emil Salim yg entah apa kaitannya dg kompetensi ttg konten Rev UU KPK. Hasilnya, isu yg heboh dimasy ttg adab bukan substansi ttg KPK. Mbak Najwa, begitu cara media giring opini publik?" tanyanya, Kamis (10/10/2019).

Pertanyaan lainnya juga disampaikan ke Najwa oleh @noni_nitha. "Karena penampilan anggota dewan (apalagi dari PDIP), akhirnya bukan ke substansi Rev UU KPK- nya yg dibahas netizen. Mba @NajwaShihab sudah sesuai prediksikah?," cuitnya.

@Marhaen777 juga dibuat heran dengan ditampilkan Emil dalam debat terkait UU KPK. "Emil Salim seorang ahli ekonomi diundang bahas KPK. Seorang menteri orde Baru yang diduga bagian dari mafia barkeley. Geleng2 aja ngelihat menteri orde baru diframing antikorupsi," cuitnya.

 @iwan_rahardjo juga  mencuitkan, "Ini yang jadi pertanyaan. @MataNajwa, undang ahli ekonom untuk bahas revisi UU KPK, yang menyangkut hukum. Kan jauuuuhhhhh!!!! Kasian Prof @emilsalim, meski beliau ga setuju sama revisi UU KPK, itu kan bukan bidangnya."

Warganet lain juga menyoroti sosok Arteria sampai pada analisisnya terkait stok kader PDI-Perjuangan yang semakin habis. Seperti yang dituliskan oleh @FreeThinkerGL. "Arteria Dahlan, dia punya masalah dengan Gaya Berkomunikasinya. Seharusnya PDIP aware akan ini, berbeda dngn @budimandjatmiko yg jelas lebih bisa menjaga emosi, lain lagi Adian Napitupulu yg meskipun membara semangat 45 tapi tetap enak didengar n dicerna. PDIP kehabisan stok kader," cuitnya.

@BadjaNuswantara juga menambahkan cuitannya yang menyebut diharapkannya Arteria dan Emil bukanlah sesuatu yang kebetulan. Seperti dibenarkan juga oleh @AgsBudijanto. "Hehehehe, tidak ada yang kebetulan untuk orang sekelas dia. @NajwaShihab  is the next @karniilyas," tulisnya.

@TaufiqR7471 juga menyampaikan bahwa kondisi saat ini memang sangat sulit memiliki opini atau pendapat yang berbeda dari kebanyakan orang, seperti terkait KPK. Ini yang diambil oleh Arteria dengan segala konsekuensinya. 

"Meski (tampak) emosional, tetapi, Arteria Dahlan sdh menyampaikan kpd kita hal/informasi sgt menarik. Tetapi, sayang sekali, bahasan yg apik itu kini malah berbelok mjd isu adab & sopan santun. Mempunyai opini/pendapat yg berbeda dari kebanyakan orang itu SANGAT SULIT," tulisnya.

Warganet lain memberikan komentarnya secara berbeda atas ditampilkannya dua generasi yang berbeda itu. @ImoelElhakim adalah salah satunya yang juga menyampaikan bahwa cuitan @BadjaNuswantara juga merupakan pengalihan isu.

"Ini juga pengalihan isu dari revisi RUU ke pembelaan terhadap Arteria Dahlan. Bukan masalah adab dalam hal usia juga sih. Tapi kehadiran pak Emil tdk bisa dianggap lain. Melihat usia yg menunjukan pengalaman adalah maksudnya," cuit Imoel.

Pun @Krisnaday yang juga mengatakan pendapatnya. "Menurut saya selama masih mampu, tidak masalah. Toh beliau  mengerti duduk persoalannya.  Pernah di ekskutif juga. Apalagi kapasitasnya sebagai tokoh yang diundang presiden, terkait juga dengan masalah ini. Korupsi masalah bersama. Toh ada ahli hukum tata negara di sebelahnya," tulisnya.

Ada juga yang heran dengan berbagai komentar warganet yang mempertanyakan dan mempersalahkan Najwa terkait ramainya polemik adab Arteria atas Emil. @alhecome21, misalnya. "Yang ga sopan Arteria Dahlan kok yang disalahkan  @NajwaShihab," cuitnya sambil mencantumkan emoticon tawa.

 


End of content

No more pages to load