Pengunjung tengah menikmati sajian macchiato di Coffee Times, lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Pengunjung tengah menikmati sajian macchiato di Coffee Times, lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Bagi sebagian orang, tidak lengkap rasanya jika melewatkan hari tanpa secangkir kopi. Sementara sebagian lainnya, menganggap kopi sebagai bagian dari gaya hidup. Tetapi jika tidak diimbangi dengan pertimbangan yang tepat, aktivitas ngopi-ngopi bisa bikin kondisi lambung dan kantong nggak aman. 

Kandungan kafein dalam kopi sendiri, kerap disebut bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Terutama bagi pemilik gangguan pencernaan atau asam lambung. Namun, pakar gizi asal Malang, Ayu Bulan Febry KD SKM MM mengungkapkan bahwa kopi seperti halnya jenis minuman atau makanan lain. Akan berbahaya, jika konsumsinya melebihi batas toleransi tubuh. 

Menurut Febry, minum kopi seharusnya hanya satu atau dua cangkir dalam sehari. "Itu karena kafein dalam kopi itu ada sisi positif dan negatifnya. Sisi baiknya, bisa meningkatkan stamina tubuh," ujar penulis 17 buku kesehatan itu.

Dia memaparkan, selain kafein, kopi memiliki banyak kandungan lain. Kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, terkandung pula energi 352 kilokalori, protein 17,4 gram, karbohidrat 69 gram, lemak 1,3 gram, kalsium 296 miligram, fosfor 368 miligram, dan zat besi 4 miligram. Kopi juga mengandung vitamin A, B1, C. "Hasil itu diperoleh dari kandungan 100 gram kopi," urainya.

Sisi negatifnya, lanjut Febry, jika terlalu banyak minum kopi, bisa merusak kerja syaraf dan memicu hipertensi. Ibu tiga putri itu menambahkan, bagi pemilik asam lambung bisa tetap mengonsumsi kopi dengan syarat sudah mengonsumsi makanan berat. Alias, lambung tidak boleh dalam keadaan kosong. "Bagi yang punya mag, sebaiknya dikurangi konsumsinya. Sebab, sifat asam dalam kopi bisa meningkatkan asam lambung," sebutnya. 

Perempuan yang juga bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang ini menambahkan, kopi rendah kafein lebih dianjurkan untuk dikonsumsi. "Kafein yang rendah tentunya lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi. Kopi dengan campuran jagung, kacang hijau bisa ditemui. Kandungan kafeinnya cenderung lebih rendah," sebutnya. 

Sementara untuk mengamankan kantong, para pembaca yang tengah berada di sekitar Kota Malang bisa mencoba datang ke Coffee Times di lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo. Ada sekitar 50 menu yang ditawarkan, baik berbasis kopi maupun olahan minuman lainnya.

Menu-menu baru yang bisa dinikmati di antaranya es kopi susu, ice milkshake kacang hijau, moccachino, macchiato, cappuchino, cokelat susu, dan sebagainya. Untuk harga menu yang ada di Coffee Times pun ramah kantong. Minumannya dimulai dari harga Rp 4 ribu hingga termahal Rp 20 ribu. 

Sedangkan untuk menu robusta atau arabika yang disuguhkan selain beberapa menu baru itu yakni, kopi moro seneng, kopi ambyar, kopi tubruk, kopi bromo, kopi ijen, tubruk susu,  french pres, v60, vdrip, kopi luwak. Lalu untuk menu panas dan dinginnya ada susu, cokelat, teh, teh tarik, milkshake, cokelat susu, Josua, dan sebagainya. 

Tak ketinggalan, Coffee Times juga menyajikan kopi terbaik dari wilayah malang bagian selatan, Dampit. "Kami juga menyajikan beragam jenis biji kopi pilihan yang terbaik asal Dampit. Salah satunya yang banyak diminati pengunjung adalah jenis Kopi Lanang Dampit," kata Yayak panggilan akrab A. Yahya pengelola Coffee Times.

Sebagai pengganjal perut yang lapar, pengunjung bisa menikmati berbagai olahan makanan. Di antaranya mie goreng, nasi telor, nasi lele, dan nasi ayam. Dan camilannya ada roti bakar, kentang goreng,  kentang istimewa, fillet krispi, dan jamur krispi.


End of content

No more pages to load